Berbahayakah apabila Bayi Jadi Vegetarian?

Jakarta, Diet vegetarian biasanya dilakukan remaja atau orang dewasa. Tapi kini banyak bayi yang sudah dibiasakan menjadi vegetarian oleh orangtuanya. Bolehkah bayi menjadi vegetarian karena saat kecil kebutuhan nutrisinya sangat besar?

Umumnya bayi yang menjadi vegetarian karena orangtuanya sudah menjadi vegetarian. Menurut Dr Sri S Nasar, SpA (K) boleh-boleh saja bayi menjadi vegetarian, tapi memang dibutuhkan perhatian lebih dari orangtua untuk menjaga kebutuhan gizi bayinya dari makanan-makanan nabati tercukupi.

Menu vegetarian berarti seseorang tidak mengonsumsi produk hewani sama sekali seperti daging, susu sapi atau produk susu lainnya.

Sehingga bayi yang vegetarian biasanya akan mengambil asupan protein dari tahu, tempe serta kacang-kacangan. Sedangkan asupan kalsium didapat dari sayuran hijau, produk kedelai dan lentil.

“Kalau dibilang bahaya tidak juga, karena bayi masih bisa tetap hidup. Tapi orangtua harus memiliki perhatian ekstra terhadap bayinya dan juga orangtua harus mengerti betul mengenai mekanisme vegetarian pada bayi,” ujar Dr Sri S Nasar, SpA (K) saat dihubungi detikHealth, Jumat (4/6/2010).

Dr Sri menuturkan hal yang harus diperhatikan oleh orangtua adalah mengenai asupan mineral bagi bayi seperti zat besi, karena kebanyakan zat besi terkandung di dalam daging.

Sehingga ada risiko bayi vegetarian rawan mengalami kekurangan zat besi. Jika kekurangan zat besi ini berlangsung terus bisa meningkatkan risiko anemia pada anak nantinya.

Bayi vegetarian mendapatkan protein dari nabati seperti tempe, tahu dan susunya pun menggunakan susu kedelai. Sementara itu diketahui bahwa kandungan protein biologis dari tahu dan tempe ini lebih rendah dari daging.

“Karena itu orangtua harus benar-benar memperhatikan asupan nutrisi bayinya, sehingga bisa diketahui dengan pasti apakah bayinya membutuhkan tambahan seperti sirup yang mengandung zat besi atau tidak,” ungkap dokter yang ahli dibidang nutrisi dan metabolik anak ini.

Dr Sri menambahkan nutrisi merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh orangtua, karena hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi tersebut terutama di periode emasnya.

Hal ini juga perlu diperhatikan orangtua yang menerapkan bayinya menjalani ovo-vegetarian (masih mengonsumsi telur). Karena meskipun telur juga mengandung zat besi tapi penyerapan di dalam tubuhnya tidak terlalu bagus.

Karena itu jika orangtua menginginkan bayinya menjadi veegtarian, harus mempelajari segala hal tentang nutrisi bayi serta rutin melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini penting untuk mengetahui apakah nutrisi bayinya sudah terpenuhi dengan baik atau belum.

Sumber:
Ddetik Health

Dipublikasi di Info Ibu & Anak | Tag , , , , | Tinggalkan Komentar

Info Ibu & Anak: Mual-mual pada Ibu Hamil Bisa Menandakan Flu

Dallas, Selepas trimester pertama, rasa mual yang dialami wanita hamil umumnya akan mereda. Jika masih terjadi pada trimester berikutnya, perlu diwaspadai karena bisa jadi itu merupakan gejala flu.

Dikutip dari Sciencedaily, Minggu (9/5/2010), peneliti dari UT Southwestern Medical Center mengamati hal ini pada tahun 2003-2004. Pada masa tersebut, flu menampakkan gejala lebih parah dari biasa.

Jumlah penderita juga lebih besar dari yang diperkirakan. Diduga, vaksin yang tersedia saat itu tidak sesuai dengan strain virus yang menyebar.

Para peneliti mencatat 107 wanita hamil di Parkland Memorial Hospital, Dallas didiagnosis menderita flu pada periode tersebut. Dari jumlah tersebut, 93 persen mengalami batuk dan 89 persen mengalami demam.

Sebanyak 85 persen mengalami peningkatan denyut jantung, 60 persen mengalami mual-muntah. Gejala ini mirip morning sickness yang memang lazim dijumpai pada wanita hamil.

Hampir 2/3 dari partisipan yang mengalami flu membutuhkan perawatan lebih lanjut. Komplikasi yang paling banyak mereka alami adalah pneumonia, yakni 12 persen.

Pada orang dewasa, gejala mual-muntah jarang menyertai flu. Namun menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), gejala semacam itu memang lazim dijumpai pada anak-anak.

Dalam penelitian itu memang tidak dijumpai komplikasi lain pada wanita hamil yang menderita flu. Bayi yang dilahirkan juga dilaporkan tidak terpengaruh.

“Setidaknya dengan mengenali gejala tersebut, maka flu bisa tertangani lebih dini,” ujar Dr. Vanessa Rogers yang memimpin penelitian tersebut.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology edisi Mei 2010.

Sumber:
Detik Health

Dipublikasi di Info Ibu & Anak | Tinggalkan Komentar